Selasa, 27 September 2011

2 Weeks Notice


    Wuiih ribetnya harus yang mau resign. Anehnya diantara perasaan ribet dan sibuk ini, aku jadi ada perasaan enggak enak juga mau ninggalin pekerjaanku. Habisnya, hampir seluruh aktivitasku aku lalui di area tempat kerjaku. Mulai dari tidur, sarapan, kerja tentunya, makan siang sampai makan malam. Hehe. Itu memang fasilitas dari perusahaan, semacam mess untuk karyawan, hanya ini bukan mess, tapi villa. Jadi nyaman banget. Apalagi atasanku orangnya gaul. Asal Denmark en geek. Jenius komputer gitu :) Masih muda sich,  cuma lebih 2 tahun dari aku. Jadinya bawaanya santai. Enggak kaku. Foto di atas itu fotoku sama teman2 satu team kerja dan Bossku yang kedua dari kanan, sebelah yang pakai celana merah). Malah sering, kalau pas kita semua lagi sibuk banget sama satu pekerjaan, eh si Boss malah teriak2 panggil kita semua untuk turun ke kolam renang untuk refreshing sebentar. Tapi bukan berarti pekerjaanku ringan ya. Hampir semua keperluan Bossku harus aku atur. Memang aku punya assistant juga, misalnya untuk fashion si Boss, aku serahkan saja sama fashion stylist. Lalu urusan dapur, kami punya koki yang jago masak dan bisa diandalkan banget.Urusan bersih-bersih ada house keeping staff, urusan taman dan kolam renang juga panggil orang. Pokoknya lengkap deh. Tapi tetap aja, mulai dari ngerancang menu yang sehat untuk Boss, sampai warna tirai dan sofa di rumahnya, aku juga yang harus ngebantuin dia milih dan memastikan semuanya berjalan persis seperti kemauan Boss. Belum finansialnya. En bahkan salah satu villa rental websitenya, aku juga deh yang bertanggung jawab. Kadang-kadang waktu libur atau jam kerja usai pun, pokoknya sewaktu- waktu harus tetep urusin pekerjaan, ya namanya juga  Personal Assistant. Harus selalu siap sedia, meski kenyataannya enggak cuma sekali saja aku nolak perintah Boss, jika bukan di jam kerjaku. Sebenarnya ada serunya juga sich punya Boss yang masih muda tapi kadang2 suka pikun. Dia hobi banget kehilangan kunci rumah, sampai-sampai, pas aku sedang sibuk di tempat kebaktianku, eh dia telepon supaya aku datang ke rumahnya, karena dia enggak bisa masuk rumah. Kuncinya hilang di luar tadi. Bukan aku namanya kalau enggak hafal sama sifat pikun si Boss. Aku sudah siapin kunci cadangan yang aku sembunyikan di bawah pot tanaman kesayangannya. So, Boss ku senang, aku pun juga senang karena enggak perlu jauh- jauh ke rumah Boss en ninggalin aktivitas rohaniku.  Tapi tadi aku sempatin buat foto- foto mess tempat kerjaku coz ini malam terakhir aku tidur di sini. Besok aku sudah berangkat ke Belanda. Dan sekembalinya dari Indo, aku enggak akan kerja lagi sama perusahaan ini, otomatis harus ngelepas fasilitas tempat tinggalku lah. Gak masalah juga, karena aku meninggalkan semua ini juga demi pernikahanku juga sebentar lagi, jadi tentu enggak terasa berat sama sekali. Cuma satu hal yang menggangu aku, aku ngerasa gak bisa handover ke penggantiku dengan baik. Abisnya fokus kerjaku sudah terbagi 2 nih sekarang, so sekali lagi maaf ya Boss :( 
Pemandangan dari Balkon kamarku di pagi hari : 




















Kolam renang dilihat dari balkon kamarku   

















Kamarku: 
                                                                                  

2 komentar:

  1. Dear mrs. Audra
    My name is Lutfi, I lived in surabaya. I just want to ask you about mr. Methuselah's phone number. Would you share it to me? Just text it to my email lutvihimawan@gmail.com.

    Best regards

    BalasHapus
  2. Dear mrs. Audra
    My name is Lutfi, I lived in surabaya. I just want to ask you about mr. Methuselah's phone number. Would you share it to me? Just text it to my email lutvihimawan@gmail.com.

    Best regards

    BalasHapus